Friteries, atau sering disebut juga fritkots di Belgia, adalah warung sederhana yang menjual kentang goreng sebagai menu utama. Meski sekilas terlihat biasa, friteries memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan budaya makan di Belgia dan Prancis utara. Banyak sejarawan kuliner percaya bahwa tradisi kentang goreng berasal dari wilayah ini pada abad ke-17 hingga 18.
Pada masa itu, masyarakat setempat biasa menggoreng ikan kecil yang ditangkap dari sungai. Namun, saat musim dingin tiba dan sungai membeku, ikan sulit ditemukan. Sebagai gantinya, mereka mengiris kentang menyerupai bentuk ikan lalu menggorengnya. Dari sinilah tradisi kentang goreng lahir, dan hingga kini berkembang menjadi salah satu makanan jalanan paling terkenal di dunia.
Keunikan Menu di Friteries
Meskipun kentang goreng menjadi bintang utama, friteries tidak hanya menjual satu jenis makanan. Biasanya, kentang goreng disajikan dengan berbagai macam saus yang menggugah selera, mulai dari mayones klasik, saus tartar, andalouse, hingga saus pedas khas Belgia.
Selain itu, friteries juga sering menawarkan hidangan pendamping seperti:
-
Frikandel (sosis daging khas Eropa)
-
Bitterballen atau kroket
-
Steak haché (daging cincang panggang)
-
Aneka burger sederhana
Yang membuatnya menarik, kentang goreng di friteries biasanya digoreng dua kali. Pertama dengan suhu rendah agar kentang matang merata, lalu digoreng lagi dengan suhu tinggi untuk mendapatkan tekstur renyah di luar tetapi tetap lembut di dalam. Teknik ini menghasilkan cita rasa khas yang membuat friteries begitu digemari.
Friteries Sebagai Budaya Kuliner
Lebih dari sekadar warung makan, friteries sudah menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Belgia. Di hampir setiap kota atau desa, mudah ditemukan kios kecil berwarna cerah dengan antrean panjang, terutama pada malam hari. Orang-orang datang bukan hanya untuk mengisi perut, tetapi juga untuk bersosialisasi.
Di Belgia sendiri, friteries bahkan dianggap sebagai warisan budaya. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Brussel, Antwerp, atau Liège menyempatkan diri untuk menikmati kentang goreng di salah satu warung friteries yang legendaris. Tidak jarang, friteries yang terkenal bisa bertahan puluhan tahun dengan pelanggan setia lintas generasi.
Friteries bukan sekadar tempat makan kentang goreng, melainkan simbol dari tradisi, kebersamaan, dan identitas kuliner Belgia serta sebagian wilayah Prancis. Dengan teknik memasak unik, pilihan saus beragam, serta atmosfer sederhana namun penuh kehangatan, friteries berhasil menjelma menjadi ikon kuliner yang mendunia.
Bagi siapa pun yang berkesempatan berkunjung ke Belgia atau Prancis utara, mampir ke friteries adalah pengalaman yang wajib dicoba. Seporsi kentang goreng renyah yang disajikan di kertas cone dengan saus favorit akan memberikan gambaran nyata tentang bagaimana makanan sederhana bisa menjadi bagian penting dari sebuah budaya.


0 Komentar