Jika kamu pencinta keju, maka Raclette wajib masuk dalam daftar kuliner yang harus dicoba setidaknya sekali seumur hidup. Hidangan asal Pegunungan Alpen ini bukan hanya sekadar makanan, tapi juga pengalaman sosial yang hangat — di mana keju leleh menjadi bintang utama dan dinikmati bersama teman serta keluarga di tengah udara dingin.
Raclette berasal dari Swiss, tepatnya di wilayah Valais, namun kini juga populer di Prancis. Nama “Raclette” berasal dari kata Prancis racler, yang berarti “mengikis”. Dulu, para peternak di pegunungan akan menaruh setengah roda keju besar di dekat api unggun hingga permukaannya meleleh, lalu mengikis bagian yang meleleh tersebut untuk ditaruh di atas roti, kentang rebus, atau daging kering.
Tradisi sederhana itu berkembang menjadi ritual makan bersama yang identik dengan musim dingin dan suasana hangat.
Keju Raclette dan Ciri Khasnya
Keju Raclette memiliki tekstur semi-lunak, berwarna kekuningan dengan aroma khas yang kuat. Saat dipanaskan, keju ini meleleh dengan sempurna tanpa kehilangan rasa gurih dan lembutnya. Rasanya sedikit asin, creamy, dan memiliki aroma yang menggoda — perpaduan sempurna bagi penikmat keju sejati.
Keju Raclette biasanya dibuat dari susu sapi, dan setiap daerah memiliki versi sedikit berbeda tergantung pada jenis susu dan cara fermentasi yang digunakan. Namun semuanya memiliki satu kesamaan: mudah meleleh dan menghasilkan rasa gurih yang kaya.
Cara Penyajian Raclette
Dahulu, Raclette dinikmati dengan cara tradisional di dekat api unggun. Namun sekarang, banyak rumah tangga modern menggunakan alat khusus bernama raclette grill atau raclette machine.
Potongan keju diletakkan di wadah logam kecil, kemudian dipanaskan hingga bagian atasnya meleleh. Setelah itu, keju cair dituangkan di atas kentang rebus, acar, bawang, roti, atau irisan daging.
Kombinasi tekstur lembut keju hangat dengan bahan-bahan sederhana seperti kentang dan sayuran menciptakan sensasi rasa yang menenangkan. Tidak heran jika Raclette sering disebut sebagai comfort food khas musim dingin.
Raclette lebih dari sekadar hidangan — ia adalah simbol kebersamaan. Biasanya, orang-orang akan duduk mengelilingi meja dengan alat pemanas di tengah. Masing-masing melelehkan kejunya sambil berbincang, tertawa, dan menikmati waktu bersama.
Tradisi ini sangat populer di Swiss, Jerman, hingga Prancis, dan kini semakin dikenal di berbagai negara Eropa lainnya. Banyak restoran di kota besar bahkan menyajikan Raclette sebagai menu khusus saat musim dingin tiba.
Raclette dalam Dunia Modern
Kini, Raclette tidak hanya dinikmati secara tradisional. Chef modern mengkreasikannya menjadi topping burger, pizza, atau bahkan pasta. Ada juga versi vegetarian dengan tambahan jamur, paprika, dan brokoli sebagai pelengkap.
Popularitasnya yang meningkat membuat keju Raclette kini mudah ditemukan di berbagai supermarket besar di dunia.
Raclette adalah perpaduan sempurna antara rasa, tradisi, dan kebersamaan. Dengan keju meleleh yang gurih dan suasana makan yang hangat, hidangan ini membawa nuansa pegunungan Alpen langsung ke meja makanmu.
Tak hanya memanjakan lidah, Raclette juga menghadirkan pengalaman kuliner yang mempererat hubungan — karena sesungguhnya, keju leleh ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang kebersamaan dan kehangatan yang dibagikan.

0 Komentar